Minggu, 31 Juli 2011

Bersiap-Siap Jatuh Cinta

Bersiap-siap jatuh cinta

Mengenal Allah

MENGENAL ALLAH


* Yohanes 17:3LAI TB, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.KJV, And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ, whom thou hast sent.The Orthodox Jewish Bible, Third Edition, © 2003 Artists for Israel International, And this is Chayyei Olam, that they may have da'as of the only Elohei HaEmes and Yehoshua, Rebbe, Melech HaMosiach whom You sent.TR, αυτη δε εστιν η αιωνιος ζωη ινα γινωσκωσιν σε τον μονον αληθινον θεον και ον απεστειλας ιησουν χριστον Translit Interlinear , hautê {ini} de {dan} estin {ia adalah} hê {yang} aiônios {kekal} zôê {hidup} hina {supaya} ginôskôsin {mereka mengetahui} se {Engkau} ton {yang} monon {satu-satunya} alêthinon {yang benar} theon {Allah} kai {dan} hon {yang} apesteilas {Engkau utus} iêsoun {Yesus} khriston {Kristus}


"Mengenal", Yunani : γινωσκωσιν - 'ginôskôsin', dari kata γινωσκω - 'ginôskô' secara konseptual berarti mempelajari untuk mengetahui, memperoleh pengetahuan dari pengamatan, mengerti, memahami, memahami dalam arti kenal.

Tambahan: 
Alkitab Perjanjian Baru (Brit Chadasha) berbahasa Ibrani menggunakan kata benda דעת - DA'AT, dâlet-'ayin-tâv, "DA'AS" (dialek Asykenazik) atau"DA'AT" (dialek Sefardik), dengan makna yang tidak jauh berbeda namun sedikit lebih luas karena mencakup makna mengamatimenemukan, dapat membedakan. Misalnya pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, הַעֵץ הַדַּעַת טֹוב וָרָע - HA'ÊTS HADA'AT TOV VÂRÂ' (reff Kejadian 2:9).


Ada empat kata Yunani yang memiliki makna yang hampir sama.


1. γινωσκω - 'ginôskô' 
Memperoleh pengetahuan dari pengamatan atau pengalaman pribadi;


2. ειδω - 'eidô'
Melihat dengan mata batin, mengetahui dari sisi persepsi mental, sering diterjemahkan dengan melihat tetapi dalam pengertian mengetahui;


3. επισταμαι - 'epistamai'
Memahami dalam arti umum, mengerti karena sesuatu itu sudah dimengerti secara umum; dan

4. συνιημι - 'suniêmi'
Memahami berdasarkan pandangan alami, yaitu pengetahuan yang diperoleh berdasarkan pancaindra manusia. Untuk memahami keanekaragaman makna ini, barangkali dapat dibandingkan dengan beberapa ayat ini:



Antara γινωσκω - 'ginôskô' dan ειδω - 'eidô'

a. Matius 24:43, "Tetapi 'ketahuilah' ('ginôskô') ini: Jika tuan rumah 'tahu' ('eidô') pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar."

b. Markus 4:13, "Lalu Ia berkata kepada mereka: 'Tidakkah kamu 'mengerti' ('eidô') perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat 'memahami' ('ginôskô') semua perumpamaan yang lain?"

c. Yohanes 7:27, "Tetapi tentang orang ini kita 'tahu' ('eidô') dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang 'tahu' ('ginôskô') dari mana asal-Nya."

d. Yohanes 8:55, "padahal kamu tidak 'mengenal' ('ginôskô') Dia, tetapi Aku mengenal ('eidô') Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak 'mengenal' ('eidô') Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku 'mengenal' ('eidô') Dia dan Aku menuruti firman-Nya."



Antara γινωσκω - 'ginôskô' dengan επισταμαι - 'epistamai'

a. Kisah Para Rasul 19:15, "Tetapi roh jahat itu menjawab: 'Yesus aku 'kenal' ('ginôskô'), dan Paulus aku 'ketahui' ('epistamai'), tetapi kamu, siapakah kamu?"



Antara γινωσκω - 'ginôskô' dengan συνιημι - 'suniêmi'

a. Lukas 8:10, "Lalu Ia menjawab: 'Kepadamu diberi karunia untuk 'mengetahui' ('ginôskô') rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak 'mengerti' ('suniêmi').'"

b. Lukas 18:34, "Akan tetapi mereka sama sekali tidak 'mengerti' ('suniêmi') semuanya itu; arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu ('ginôskô') apa yang dimaksudkan."


Jadi, mengenal Allah berarti mengerti dan memahami Allah berdasarkan pengalaman pribadi, mengenali-Nya seperti seorang anak mengenali, memahami dan mengerti kedua orang tuanya.

Amin.



MENGENAL YESUS KRISTUS


* Yohanes 17:3LAI TB, Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.KJV, And this is life eternal, that they might know thee the only true God, and Jesus Christ, whom thou hast sent.The Orthodox Jewish Bible, Third Edition, © 2003 Artists for Israel International, And this is Chayyei Olam, that they may have da'as of the only Elohei HaEmes and Yehoshua, Rebbe, Melech HaMosiach whom You sent.TR, αυτη δε εστιν η αιωνιος ζωη ινα γινωσκωσιν σε τον μονον αληθινον θεον και ον απεστειλας ιησουν χριστον Translit Interlinear , hautê {ini} de {dan} estin {ia adalah} hê {yang} aiônios {kekal} zôê {hidup} hina {supaya} ginôskôsin {mereka mengetahui} se {Engkau} ton {yang} monon {satu-satunya} alêthinon {yang benar} theon {Allah} kai {dan} hon {yang} apesteilas {Engkau utus} iêsoun {Yesus} khriston {Kristus}


Di dalam bagian ini ada gagasan yang penting, karena dalamnya ada definisi Perjanjian Baru tentang kehidupan yang kekal. Mengenal Allah dan mengenal Yesus Kristus yang telah diutus oleh-Nya adalah hidup yang kekal. Kata Yunani untuk "kekal" adalah 'aiônios'. Kata ini tidak banyak dihubungkan dengan "lamanya" kehidupan, karena kehidupan yang berlangsung terus-menerus tidak harus berarti suatu keuntungan. Artinya yang pokok adalah "kualitas" kehidupan. Hanya ada satu oknum kepada siapa kata 'aionis' dapat diterapkan secara tepat, dan itulah Allah. 
Oleh karena itu kehidupan yang kekal tidak lain adalah kehidupan Allah sendiri. Memiliki dan memasukinya, berarti mengalami di sini dan sekarang secercah dari kesemarakan, dan kebesaran, kesukaan, damai, dan kesucian yang kesemuanya tak dapat dipisahkan dari kehidupan Allah.


"Mengenal Allah" adalah suatu gagasan yang khas dari Perjanjian Lama. Hikmat itu adalah "pohon kehidupan bagi orang yang memegangnya" (Amsal 3:18). "Mengenal kuasa-Mu", kata pengarang kata Hikmat, "adalah akar kekekalan" (Hikmat 5:3). "Tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan" (Amsal 11:9). Impian Habakuk mengenai zaman keemasan ialah "bahwa bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan" (Habakuk 2:14). Nabi Hosea mendengar suara Allah berkata kepadanya, "Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah" (Hosea 4:6). 

Dalam suatu buku tafsiran Rabi ditanyakan, ayat manakah dalam Alkitab yang paling pendek tapi yang dalamnya tercakup semua pokok penting hukum Taurat? 
Jawabnya Amsal 3:6, yang berarti secara harfiah, "Kenallah Dia, maka Dia akan menuntut jalanmu." Ada lagi uraian Rabinis yang mengatakan bahwa nabi Amos telah meringkaskan semua perintah-perintah dari Hukum Taurat menjadi satu hukum, ketika ia berkata, "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!"(Amsal 5:4), karena "mencari" Allah berarti mencari untuk "mengenal" Dia. Guru-guru orang Yahudi sejak dahulu menyatakan dengan tegas bahwa untuk hidup yang sejati perlu ada pengelan akan Allah. Apakah artinya mengenal Allah?


[1] Tentu perlu ada unsur pengetahuan secara intelektual. Hal itu berarti bahwa setidak-tidaknya mengetahui sebagian tentang bagaimanakah Allah itu sangat penting. Ambillah dua contoh. Orang-orang penyembah berhala percaya kepada sejumlah ilah. Tiap bukit, pohon, sungai, gunung, selokan, mempunyai ilah dan rohnya; semua roh itu bermusuhan dengan manusia; dan orang-orang itu selalu takut kepada ilah-ilah itu; mereka senantiasa hidup dalam ketakutan berbuat salah kepada salah satu ilah itu. Para misionaris menceritakan betapa berartinya kelepasan yang datang kepada mereka tatkala mereka mengetahui bahwa "hanya ada satu Allah". Pengetahuan yang baru ini telah menyebabkan perubahan besar dalam hidup mereka. Selanjutnya, sesudah mereka mengetahui bahwa Allah tidaklah keras dan kejam, melainkan kasih, maka sikap hidup mereka berputar 180°.

Sekarang mereka mengetahui semua ini, tetapi mereka tidak pernah mengetahuinya kalau Yesus tidak datang untuk menyatakannya. Mereka memasuki hidup yang baru, mereka mendapatkan sedikit bagian dari hidup Allah sendiri, melalui pekerjaan Yesus, mereka mengetahui bagaimanakah Allah itu. Mengetahui, bagaimanakah Allah itu, adalah kehidupan yang kekal.


[2] Akan tetapi ada sesuatu lagi. Perjanjian Lama biasanya menggunakan kata "mengetahui" (mengenal) untuk kata -- maaf -- berhubungan-intim. Adam mengenal Hawa isterinya, lalu Hawa menjadi hamil dan melahirkan Kain (Kejadian 4:1). Nah, pengenalan suami-isteri merupakan hal yang paling intim yang bisa terjadi. Suami dan isteri tidak lagi dua; mereka merupakan satu daging. Hubungan-intim itu pada dirinya bukanlah hal yang penting; hal yang paling penting ialah adanya keintiman hati,
pikiran, dan jiwa di dalam cinta-kasih sejati yang mendahului tindakan hubungan-intim itu. "Mengenal" Allah, oleh karenanya, tidak hanya mempunyai pengetahuan intelektual tentang Dia; melainkan mempunyai hubungan pribadi yang intim dengan Dia, sama seperti hubungan yang paling dekat dan mesra dalam hidup. Sekali lagi, tanpa Yesus, hubungan intim semacam itu dengan Allah tidak akan mungkin dan tidak dapat dibayangkan. Yesus-lah yang mengajarkan kepada manusia bahwa Allah tidaklah jauh dan tentu dapat didekati; tetapi Bapa yang nama dan sifat-Nya adalah kasih.


Mengenal Allah berarti mengetahui bagaimana Allah itu dan mempunyai hubungan yang intim dengan Dia dan kedua hal itu tidaklah mungkin tanpa Yesus Kristus. [ðððð]


Sumber : Yohannes/ Biblika

copy by: http://www.sarapanpagi.org

Uang bukanlah segalanya

Uang atau Tuhan

Selasa, 12 Juli 2011

Senin, 11 Juli 2011

Parapat,


Persekutuan adalah hal yang penting dalam keluarga Allah, marilah hidup dalam kebersamaan.